Kamis, 10 November 2011

SINOPSIS

SINOPSIS NOVEL SANG GURU

Ben adalah seorang pemuda berusia 20 tahun asal Pulau Rote yang datang ke Ternate dengan membawa ijazah SGA (Sekolah Guru Atas). Ia pun membawa ibunya ke Ternate. Disana, ia ditugasi mengajar di sebuah sekolah negeri dengan gaji minim dan tidak ada tempat tinggal. Hal inilah yang menjadi persoalan bagi Ben dan ibunya. Oleh karena itu, ketika sekolah tempatnya mengajar menawarkan gudang sebagai tempat tinggal sementara, ia pun menerimanya. Setelah menggeser-nggeser isi gudang, akhirnya ia mendapat tempat tinggal yang cukup layak untuk ditinggali bersama ibunya.
Adapun persoalan makan sehari-hari teratasi berkat bantuan Pak Ismail, kuli pelabuhan sekaligus pesuruh sekolah yang kebetulan membuka warung yang tidak jauh dari ‘rumah’ Ben. Dengan demikian, teratasilah dua kesulitan yang dihadapi Ben dan ibunya.
Diantara guru kenalan barunya di sekolah itu, yang paling berkesan adalah Frits, bujangan asal Manado yang kemudian menjadi teman akrab Ben. Dari pergaulannya dengan Frits, Ben masuk menjadi anggota PBB (Persatuan Bujang Bingung), sebuah “organisasi” tak resmi para lajang di lingkungan tempat tinggal Ben.
Pada suatu malam, Ben, Sofie, seorang guru SKP yang telah mencuri hatinya, dan Fatma, teman Sofie sesame guru yang juga tinggal di mes yang sama, pergi menonton. Ketika sedang asyik menonton, terjadilah keributan antara anggota polisi dan anggota brigade, yang diwarnai tembak-menembak antara kedua angkatan.
Keributan terus berlanjut hingga beberapa hari kemudian, bahkan meluas dan ditunggangi oleh “pihak ketiga” yang ingin mencari keuntungan. Keributan itupun berujung pada pembakaran dan penjarahan toko-toko. Warung Pak Ismail pun tidak luput dari pembakaran.
Pada pagi hari, setelah terjadi kerusuhan dan penjarahan, Ben bertemu dengan seorang kuli pelabuhan yang berhasil menjarah sejumlah mutiara dari sebuah toko perhiasan. Tanpa diduga, orang itu mengisi dua saku baju Ben dengan mutiara. Hal ini sebagai ungkapan terima kasih karena Ben telah berjasa memberikan pendidikan kepada anaknya. Ben sempat bahagia karena mutiara-mutiara itu dapat merubah hidupnya dan hidup orang lain. Akan tetapi, ia juga memikirkan akibat yang akan diterimanya dari kepemilikan barang haram itu.
Keterombang-ambingan Ben karena kepemilikan mutiara terus berlanjut antara mengembalikan dan memanfaatkan barang berharga itu. Ketika terjadi kecelakaan atas Said, putra Pak Ismail, Ben memutuskan menggunakan mutiara itu untuk menolong pengobatan Said dengan cara membawanya ke rumah sakit di Manado. Namun, Ben kembali ragu akan keputusannya ketika di kapal yang akan membawanya ke Manado, dia bertemu dengan orang yang memberikan mutiara curian itu, yang sedang berjalan dengan A Tong, yang diketahuinya dari koran sebagai pemilik mutiara itu. Akhirnya ia memutuskan untuk mengembalikan mutiara itu melalui Pak Ismail meskipun ia harus kehilangan kesempatan untuk menolong Said.
Sambil menunngu pengobatan Said, senyampang di Manado, tempat tinggal orang tua Sofie, Ben dan Sofie memutuskan untuk segera menikah. Apalagi sebenarnya mereka telah berhubungan suami istri di pantai berpasir putih ketika mereka pulang dari perundingan tentang pengobatan Said di rumah Pak Saleh.
Pada suatu malam, dengan suara lirih yang dikuat-kuatkan, Pak Ismail menyampaikan kabar kematian Said kapada Ben, Frits, Sofie, dan Irma, yang ikut mengantar dan menunggui Said di Manado. Ibu Ismail dan anak-anaknya yang lain segera pergi ke Manado. Keluarga Pak Ismail pun memutuskan untuk pindah dan memulai hidup baru di Manado.
Tak sampai sebulan setelah kepindahan keluarga Pak Ismail ke Manado, Ben dan Sofie menikah. Satu bulan pernikahan mereka, terjadilah pemberontakan Permesta. Oleh karena itu, Ben dan Sofie tidak bisa kembali ke Ternate untuk mengajar.
Setelah tersiksa berminggu-minggu sebagai pengangguran, Ben memutuskan melamar menjadi tentara Permesta. Pengalaman menjadi tentara membuat Ben menertawakan pengalamannya sebagai guru yang secara finansial jauh dari penghasilannya sebagai tentara. Namun, karena terus-menerus dihantui ketakutan, Sofie meminta bantuan keluarganya di dinas ketentaraan untuk memensiunkan Ben. Tak sampai hati melihat Ben yang seperti orang frustasi, Frits menghadiahinya alat pemarut kelapa. Akhirnya Ben memutuskan untuk menggulung ijazahnya dan bertekad membantu mertuanya menjadi pengusaha kelapa.

Jumat, 07 Oktober 2011

BIOGRAFI PERSONIL SLANK

KA-KA

Akhadi Wira Satriaji atau kerap di sapa Kaka (lahir di Jakarta, 10 Maret 1974; umur 34 tahun) adalah sepupu Bim-bim, pendiri Slank. Di Slank, Kaka mengisi sektor suara.
Bungsu dari empat bersaudara ini mulai mengenal musik sejak SMP. Namun dirinya bergabung dengan Slank baru saat duduk di kelas 1 SMA pada tahun 1989. Ia menempati posisi vokal menggantikan posisi Erwan yang keluar dari Slank. Dunia artis yang penuh kehidupan glamour dan foya-foya sulit untuk dihindari, Kaka pun turut terjebak dalam dunia hitam narkoba. Awal mula mengkonsumsi pil neraka ini adalah mencoba-coba, tetapi kemudian jadi ketagihan. Akhirnya sejak tahun 2000, dengan dibantu terapi obat- obatan Cina, Kaka menjauhkan diri dan tidak menyentuh barang haram itu lagi.
Kaka menikah dengan Natasya pada hari Jumat tanggal 13 Desember 2002. Pernikahan ini merupakan pernikahan kedua Kaka. Dari pernikahan pertamanya, Kaka dikaruniai seorang anak Solielluna (lahir 1996) dan dari pernikahan keduanya, Chaska Satriaji (lahir 6 April 2004).
Nama lengkap:Akhadi Wira Satriaji
Nama panggilan:Kaka
Tempat tanggal lahir:Jakarta, 10 March
Agama:Islam
Tinggi/Berat badan:171 cm / 60 kgs
Hobi:Soccer
Influence:Bob Marley, David Coverdale
Instrumen:Guitars / Vocal Cord
Bim-Bim


Bimo Setiawan Almachzumi
Laki-Laki
Islam
Jakarta, 25 Desember 1966

Biografi :
Bimo Setiawan Almachzumi atau akrab dipanggil Bimbim adalah pendiri grup musik Indonesia, Slank. Lahir di Jakarta, 25 Desember 1966, Bimbim memainkan instrumen drum.
Bersama Boy (gitar), Kiki (gitar), Abi (bass), Uti (vokal) dan Well Welly (vokal), Bimbim mengekspresikan kecintaannya terhadap karya-karya Rolling Stones. Pada Desember 1983 mereka mendirikan Cikini Stones Complex (CSC), grup musik yang terdiri dari anak-anak SMA Perguruan Cikini, Jakarta, yang merupakan cikal bakal Slank.
Dalam perjalanannya, mereka mengalami perombakan personil hingga akhirnya terbentuk formasi ke-14 pada 1996 yang bertahan sampai sekarang. Formasi terakhir, yang dimulai dari album ketujuh Slank, terdiri dari Bimbim (drum), Kaka (vokal), Ivanka (bass), Ridho (gitar) dan Abdee (gitar).
Dalam perjalanan hidupnya Bimbim yang pernah mengalami persoalan dengan Narkoba ini menikah dengan perempuan keturunan Aceh Reny Setiawati. Dari perkawinan keduannya dikaruniai dua orang anak.
Ridho

biografi :
Mohammad Ridwan Hafiedz atau terkenal dengan nama Ridho Slank adalah seorang gitaris, vokal pendukung, dan penulis lagu bagi grup musik Slank. Pria kelahiran Ambon, Maluku, 3 September 1973 itu, juga sibuk memimpin sebuah klinik gitar di Jakarta.
Bersama Slank, Ridho telah membuat sembilan album studio dan tiga album live dan satu album kompilasi yang dirilis Mei 2006. Pada 2007, Ridho bersama Ipang dari BIP bersama mengerjakan scoring dan soundtrack film TENTANG CINTA (2007).
Ridho menikah dengan Ony Serojawati pada 25 Agustus 2001. Dari pernikahan ini, dikaruniai tiga orang anak, Marco Maliq Hafiedz, Omar Hakeem Hafiedz dan Stella Aisha Hafiedz.
Abdhee

Abdee Negara atau populer dengan Abdee Slank, lahir di Donggala, Sulawesi Tengah 28 Juni 1968. Ia adalah seorang gitaris, vokal pendukung, penulis lagu bagi grup musik Slank.
Sementara Slank sendiri adalah grup musik yang selalu eksis menelurkan album-albumnya sejak 1983. Grup ini semula merupakan grup musik yang terdiri dari anak-anak SMA Perguruan Cikini, Jakarta, yang terdiri Bimo Setiawan (drum), Boy (gitar), Kiki (gitar), Abi (bass), Uti (vokal) dan Well Welly (vokal).
Sayang grup ini tidak bisa bertahan dengan formasinya, sehingga berturut-turut terjadi perombakan personil sampai akhirnya terbentuk formasi yang ke-14 pada 1996 dan bertahan sampai sekarang.
Pada formasi terbentuk terdiri, Kaka masuk sebagai vokalis, dengan personel lain terdiri dari Bimbim (drum), Ivanka (bass), Ridho (gitar) dan Abdee (gitar).
Karir musik
  • 1988- belajar teori musik di ILW sambil bermain band dengan Ivan N Flash Band.
  • 1990-1997 jadi session player di studio dan panggung
  • 1997 akhir, bergabung dengan Slank sampai sekarang.
Diskografi
  • Tujuh (1997)
  • Mata Hati Reformasi (1998)
  • Konser Piss 30 Kota (1998)
  • 999 + 09 1 (1999)
  • 999 + 09 11 (1999)
  • Ngangkang (2000)
  • Virus (2001)
  • Virus Road Show (2000)
  • Satu Satu (2003)
  • Bajakan (2003)
  • P.L.U.R (2003)
  • Slankissme (2005)
  • Since 1983 – edisi Malaysia (2006)
IVAN
Ivan Kurniawan Arifin atau yang lebih akrab di panggil Ivan ini merupakan pencabik Bass Slank. Pria kelahiran Jakarta ini mulai bergabung di Slank sejak tahun 1997 menggantikan Bongk.
Bersama Slank Ivan telah menghasilkan 10 album dimulai dari album lagi sedih sampai album terakhir slank slow but sure.

Nama lengkap:Ivan Kurniawan Arifin
Nama panggilan:Ivanka
Tempat tanggal lahir:Jakarta, 9 Desember
Agama:Islam
Tinggi/Berat badan:170 cm / 55 kgs
Hobi:Musics
Influense:Rolling Stones, Beatles
Instrumen:Bass / Guitars